Skip to main content

Terima kasih, Aku <3

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu alaykum wa rahmatullah wa barakaatuh

Apa kabar?. Semoga kamu (yang sedang membaca ) sehat selalu, bahagia, dan berkah hidupnya. Karena ini tulisan pertamaku, kenalan dulu yaa. Panggil aja Jea. Info mengenaiku bisa kamu lihat di bio ya. Siapapun kamu, aku yakin, kamu adalah seseorang yang tengah berusaha. Berusaha untuk segala hal yang akan membuat hidupmu lebih baik.

Aktivitas harianmu yang padat, sangat melelahkan ya?. Aku tahu. “Tidak, kamu tidak paham. Kamu kan bukan aku”. Baik, memang tidak akan ada yang begitu benar-benar mengerti kamu kecuali Allah dan dirimu sendiri. Rehat. Beristirahatlah ketika lelah. Ketika kaki sudah mati rasa, ambil tempat untuk duduk, lonjorkan kaki. Rehat. Tak semua yang dipaksakan akan berhasil. Tak semua yang dibiarkan mengikuti alur waktu akan berhasil. Berusahalah, namun ingatlah rajamu, ingatlah ratumu. Yang harus kau hormati, hargai, dan layani. Itulah dirimu.

Self-love bukan lah selfish. Mencintai diri bukan berarti egois. Mencintai diri hanyalah ungkapan rasa syukur dan berterima kasih karena telah berjuang walau tak mudah. Ingat, dalam 24 jam, dirimu juga punya porsi. Punya haknya untuk istirahat, untuk berpikir, untuk bertenang sejenak, untuk evaluasi diri, atau sekadar menikmati kopi.

Hai kamu, senyum sebentar :) . Nah kan cakepnya kelihatan hehe. Tersenyum memang bukan cara terbaik untuk menghapus airmata. Buat kamu yang sedang ambyar, seambyar ambyarnya. Tarik nafas, lihat sekeliling. Lihat langit, lihat pohon, lihat dirimu. Begitu banyak yang harus disyukuri daripada yang diratapi. Jam terus berdetik, waktu terus berjalan. Cukupi airmata, kamu berhak bahagia.

Kebahagiaan letaknya di hati, bukan pada materi. Yuk, mulai hargai yang terlihat, hargai yang terdengar, hargai yang terasa. Karena, tak semua rasa selalu sama. Bersyukur akan apa yang Allah berikan padamu. Sebab yang Ia berikan selalu lebih dari sekadar cukup.

Kamu itu INDAH. Jangan pernah bandingkan kamu dengan orang lain, karena kamu bukan mereka. Kamu UNIK. Ingat, kamu limited edition. Kecantikan, ketampanan, bukan tentang bentuk ataupun ukuran. Ingat, kecantikan sebenarnya yang tak akan pudar walau pigmen rambutmu perlahan hilang. Itulah sejatinya kecantikan hati. Kebaikan akan memancarkan sinar dan pesona abadi. Kamu tak perlu iri dengan mereka yang terlihat cantik, tampan, atau siapapun dengan kelebihan fisiknya. Semua keindahan fisik itu sementara. Kebaikan hati bertahan selamanya.

Percayalah pada dirimu. Dalam senyummu ada kekuatan. Dalam binar matamu, ada harapan akan perubahan. Situasi bukan halangan. Satu- satunya halangan adalah dirimu sendiri. Pola pikir sempit, pola pikir kalah, sangatlah meracuni pikiran. Kamu bisa, kamu hebat. Mencoba tak akan jauh lebih buruk daripada diam mematung dan mensugesti diri bahwa kita tidak bisa. Mencoba akan membawamu pada jalan kemenangan, sementara sugesti kalah sebelum mencoba menyatakan kita telah kalah telak sebelum perang.

Oiya, sebelum kamu tidur. Setiap malam, jangan lupa untuk berterima kasih kepada dirimu. Banyak hal yang dirimu hadapi seharian ini. Lelah, omelan, bentakan, sindiran, yang mungkin membuatmu mengalirkan airmata. Airmatamu terlalu berharga jika kamu sedekahkan untuk mereka yang menghardikmu. Mereka bukanlah siapa-siapa. Kata-kata yang mereka utarakan hanyalah gelombang udara yang tak akan merubah apapun. Ucapkanlah terimakasih pada dirimu, berilah dirimu penghargaan atas semua yang dilaluinya hari ini.“Terimakasih (namamu) telah bertahan. Terimakasih untuk tetap berjalan walau berat. Terimakasih (namamu). Kamu hebat”.

Tulisan ini sejatinya ialah nasihat untuk kita semua, terlebih pada diri ini. Semoga kita dapat mencintai diri kita seutuhnya. Apresiasilah dirimu. Buat ia nyaman.




عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45]

 -Hadits Arba’in ke-13 

Comments

Popular posts from this blog

 Story of Jella : Struggling for better mental health Bonjour belle!  Jella here. Gue akan cerita tentang pengalaman gue yang sempet didiagnosa gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan episode depresif. Sebelumnya biar bisa lebih paham, gue kasi tau dulu yaa. Buat yang belom tau, menurut hasil googling gewe, gangguan kecemasan berlebih  (anxiety disorder)   adalah g angguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan khawatir, cemas, atau takut yang cukup kuat untuk mengganggu aktivitas sehari-hari Contoh gangguan kecemasan yaitu serangan panik, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan stres pascatrauma. Gejala berupa stres yang tidak sesuai dengan dampak peristiwa, ketidakmampuan untuk menepis kekhawatiran, dan gelisah. Perawatan termasuk konseling atau obat, termasuk antidepresan. Sementara episode depresif adalah  yaitu saat seseorang mengalami periode gejala depresi. Ketika dalam episode depresif, seseorang bisa merasa tertekan hingga kehilangan minat me...
Bahasa JakSel : Which is, literally (Ga Indonesia Banget!) Hello, aloha!      Apa yang kalian rasakan ketika menggunakan istilah asing pada orang lain?, merasa keren?, merasa paling gaul?. Yaa, boleh saja sih, ga ada salahnya. Kadang nih, bahasa campur aduk yang mungkin dikenal dengan bahasa Jaksel, dianggap sebagai bahasa yang alay. “ngapain si Lo,  ngomong campur aduk kayak gado-gado, ga Indonesia banget sih”. Banyak perspektif mengenai penggunaan bahasa ini, tentunya penggunaan bahasa ini dilatarbelakangi faktor x yang mungkin belum tentu kita paham.      Nah temen-temen mengenai bahasa sendiri, perjanjian atau sumpahnya sudah sering kita dengar dan pastinya kita ucap ditanggal yang sama tiap tahunnya, yakni setiap tanggal 28 Oktober. Apalagi kalo bukan sumpah pemuda. Biar gak lupa, kita review  lagi deh isi sumpah pemuda nya.. "Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia."   "Kami Putra dan P...